Anggota DPRD Sopan Sopian Sebut Kukar Kabupaten Terkaya
Rapat Dengar Pendapat
DPRD Kukar.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR- Anggota DPRD Kukar
Sopan Sopian menilai Kabupaten Kukar merupakan Kabupaten terkaya dan termiskin.
Hal ini Ia sampaikan saat RDP (Rapat Dengar Pendapat) bersama
Lembaga Bubuhan Suara Rakyat (Busur) Kukar dan para Kepala OPD Kukar, diruang
Banmus DPRD Kukar, Senin (10/10/2022), membahas terkait dengan pengentasan
kemiskinan Kukar.
Ia menyebutkan untuk mengatasi persoalan kemiskinan, diperlukan
sinergitas lintas OPD.
"Bagaimana pembangunan Kukar, tidak menyampingkan dari
sosial kemasyarakatan, sosial kemasyarakatan itu juga penting," kata Ketua
Komisi II Sopan Sopian.
Ia mengatakan, Komisi II juga selalu berkoordinasi dengan OPD
terkait yakni Dinas Sosial (Dinsos) Kukar, dalam rangka pengentasan kemiskinan
di Kukar. Memang dalam hal ini Dinsos alami kendala ialah minimnya anggaran.
"Kami memberikan masukan kepada Dinsos, program pengentasan
kemiskinan banyak yang tidak terkontrol, maka dari itu hal ini menjadi
perhatian kami," sebutnya.
Dirinya juga mengharapkan kepada pemerintah daerah, disisi
tenaga kerjaan harus melibatkan tenaga kerja lokal. Artinya setiap ada hal hal
kegiatan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal turut dilibatkan.
"Contoh kami mengadakan kegiatan pembuatan perahu, pembuatan
perahu tersebut berada di Sungai Meriam, jadi kami memberikan pekerjaan kepada
pengrajin perahu tersebut," ungkapnya
Tentunya dengan melakukan upaya seperti itu, dapat mempermudah
perputaran ekonomi masyarakat, sehingga bisa menekan angka pengangguran dan
kemiskinan.
Diketahui, sejak 2016 hingga 2022 APBD Kukar memang fluktuaktif,
namun apabila dilihat dari besaran APBD Kukar berada dalam trend kenaikan yang
fantastis yakni dari Rp. 4,13 Trilliun menjadi Rp. 6,5 Trilliun.
Akan tetapi dengan APBD tersebut angka pengangguran dan
kemiskinan di Kukar semakin meningkat, seharusnya dengan angka tersebut bisa
menekan angka kemiskinan.
Pada 2021 jumlah penduduk kemiskinan di Kukar dengan pendapatan
Rp. 700 ribu per bulan sebanyak 62.360 ribu jiwa, sementara untuk data 2022
sedang dilakukan verifikasi dan validasi DTKS. Sementara data pengangguran pada
2021 5,66 persen, dan 2022 ada 5,49 persen yang merupakan data proyeksi.(*riz/adv)